Thursday, 20 October 2011

Wish Upon a Star Episode 5

Posted by kiki kartika at 19:39
Saudara Pal-kang menjaga bayi sementara Pal-kang pergi bekerja. Mereka tidak tahu kalau kakak mereka dipecat dari pekerjaannya di perusahaan asuransi. Ketika Jun-ha turun ke basement untuk melihat anak2 menjaga bayi Nam, dia mendengar kalau Pal-kang bekerja di sauna. Hal ini sangat berpengaruh padanya sebab Jun-ha merasa bersedih atas nasib sial yang menimpa Pal-kang.
Pal-kang merasa malu pada pilihan pekerjaannya tapi setidaknya uang yang dia dapat sangat menggiurkan. Setelah bekerja, Pal-kang melihat bayarannya dan menghitung-hitung kalau dalam 6 hari ke depan dia akan mampu mendapatkan uang yang cukup untuk membawa adik2nya tinggal di motel untuk sementara waktu. Dia berhenti sejenak di toko untuk menenangkan diri dan mencuci mulutnya untuk menghilangkan bau.
Saat sampai di rumah, ketimbang tidur, Pal-kang malah ke dapur dan membuat sarapan. Dia takut tidak akan bisa bangun nantinya. Jun-ha masuk ke dapur pagi2 sekali dan menemukan Pal-kang sedang terkantuk-kantuk. Dengan penuh perhatian, Jun-ha bertanya apakah Pal-kang masih mampu menangani pekerjaan malam sementara masih menjadi pelayan di rumah itu serta tetap pergi bekerja. Pal-kang terkejut karena Jun-ha tidak mendengar bila dia sudah dipecat. Pal-kang meminta pada Jun-ha untuk merahasiakan kalau dia sudah dipecat dari anak2. Ini bahkan membuat Jun-ha lebih prihatin lagi.
Ketika ditinggal di rumah pada siang hari, anak2 bersih2 dan tetap mencari ide agar mereka tidak ditendang dari rumah itu. Cho-rok mengatakan kalau Pal-kang harus menikah dengan Tae-kyu, yang langsung ditentang oleh yang lain. Cho-rok tetap mempertahankan pendapatnya – kelihatannya saja Tae-kyu seperti sekarang tapi sebenarnya dia paling baik diantara semuanya. Tambahan, orang tua Tae-kyu tinggal di Amerika. Jadi kalau Pal-kang menikahinya mungkin saja mereka semua akan pindah ke negeri Paman Sam!
No-rang memilih Jun-ha sebab pria ini memerhatikan mereka dengan penuh simpati. Ju-hwang sendiri adalah saudara yang paling perasa dan mengatakan kalau adik2nya hanya membuang-buang waktu. Pal-kang sendiri menghabiskan harinya di sauna agar saudara2nya tidak tahu kalau dia sudah dipecat.
Jun-ha pergi bekerja pagi itu dengan satu misi: dia akan menanyakan pemecatan Pal-kang pada bos-nya dan membicarakan masalah itu dengan Kang-ha dan Jae-young. Karena Jae-young yang melakukan pemecatan itu, Jun-ha memintanya untuk memikirkan ulang. Dengan dingin, Jae-young menjawab kalau Pal-kang adalah pegawai yang tidak diinginkan. Dia tidak akan membiarkan urusan pribadi dicampur dengan urusan kantor.
Jun-ha mulai menyebutkan situasi sulit yang dihadapai Pal-kang. Pada hal ini, Kang-ha meminta Jun-ha untuk membiarkannya saja. Kang-ha mengingatkan Jun-ha untuk tidak ikut campur kalau dia tidak akan memikul tanggung jawab untuk Pal-kang. Kang-ha juga menyebut saudaranya seperti tokoh dalam buku komik romantis dan bahwa Jun-ha seharusnya tahu kalau mencampuri kehidupan orang lain hanya akan membuat hidupnya sendiri hancur. Perkataan ini sangat menyakiti Jun-ha. Dan ketikan berikutnya dia menemui Jae-young, dia mengatakan kalau Jae-young seharusnya menikah dengan Kang-ha karena mereka mirip sekali.
Malam itu, Pal-kang harus membebaskan dirinya dari Tae-kyu, yang dengan senang hati mengumumkan kalau dia akan membantu pekerjaan Pal-kang. Tae-kyu akhirnya diberitahu kalau dia akan sangat membantu Pal-kang apabila mau menjaga anak2 untuknya. Pal-kang meninggalkan anak2 di rumah dan pergi ke bar.
Ketika Pal-kang dipanggil ke ruangan, madam bar itu menarik Pal-kang untuk diajak bicara. Wanita ini menebak bahwa mimi adalah nama palsu dan mengajari Pal-kang cara bersikap yang baik (di bar). Dia juga memperingatkan Pal-kang untuk tidak memandang rendah profesinya – apakah dia pikir dia lebih hebat dari gadis bar yang lain? Pal-kang dihukum dengan peringatakan ini lalu melanjutkan pekerjaannya.
Pada pertengahan perkenalan, Pal-kang megenali salah satu pria di ruangan itu adalah Kang-ha. Dia disini bersama In-gu (putra Direktur Jung). Mereka disini setelah mengalami hari yang sulit di rumah sakit. Pal-kang menghindari tatapannya dan mereka berpura-pura tidak saling mengenal meski suasananya sangat tegang. Pal-kang merasa sangat tidak nyaman pada sikap In-gu dan dia berusaha membuat dirinya terlihat menarik. Kang-ha terlihat sama tidak nyamannya meski dia tidak berkata apa2.
Keadaannya menjadi lebih buruk ketika seseorang bergabung lagi: Jun-ha! Di luar ruangan, Jun-ha menantang saudaranya – apa dia akan menutup matanya pada hal ini? Pal-kang menyukai Kang-ha selama 5 tahun jadi paling tidak Kang-ha bisa memarahi Pal-kang pada pilihannya dan memberitahunya untuk tidak bekerja sebagai gadis bar. Kang-ha tidak bisa menerima ini dan berkata, “Kenapa aku? Dia memilih ini sendiri.” Jun-ha menjelaskan bahwa Kang-ha yang membuat Pal-kang memilih semua ini.
Kang-ha: Jika kita membiarkan dia tinggal bersama kita, apa kau pikir kehidupannya akan berubah?
Jun-ha: Aku hanya mengatakan untuk memberinya kesempatan kecil. Hanya yang kecil saja!
Kang-ha: Kesempatan tidak diberikan. Itu adalah hal yang kau buat untuk dirimu sendiri.
Jun-ha: Dia tidak mendapat peluang untuk menciptakan kesempatan itu!
Kang-ha: Lalu seharunya dia tidak hidup seperti itu.
Pada akhirnya, Jun-ha bertahan disana untuk mendapat kesempatan bicara dengan Pal-kang. Kang-ha kaget tapi hanya menatap Pal-kang lalu pergi. Dengan Jun-ha, Pal-kang tetap tenang padahal Jun-ha bicara dengan nada prihatin.
Jun-ha: Apa kau tidak tahu kalau kau menjalani hidupmu dengan gegabah?
Pal-kang: Aku tahu.
Jun-ha: Meskipun kau tahu…
Pal-kang: Bagaimana kalau aku tahu? Apakah itu tidak cukup untuk bertahan? Aku memutuskan hanya untuk menglhawatrikan hal itu – bertahan pada hal apapun!
Jun-ha: Bertahan? Lihat kemari Jin Pal-kang. Tidakkah kau berpikir kau memasuki jalan ini dengan gampangnya? Bahwa kau memilih jalan keluar paling mudah?
Pal-kang: Bersamamu disini berarti aku kehilangan kesempatan untuk mendapatkan tip. Aku orang yang memerlukan uang sesedikit apapun.
Dengan kata2 itu, Pal-kang pergi. Dia sebenarnya tidak tahan mendengar apa yang dikatan Jun-ha. Dalam perjalanan pulang ke rumah, Pal-kang mencoba meyakinkan dirinya pada pilihannya – siapa tahu, dia mungkin sudah menemukan hal yang baik untuknya. Ini lebih baik daripada bekerja di perusahaan dimana julukannya adalah ‘ Nona Jin yang lebih baik tidak disini’. Pal-kang bahkan mulai memperhitungkan masa depannya – sebagai gadis bar, dia bisa mendapatkan uang untuk membayar apartemen dan menyekolahkan adik2nya. Jadi bagaimana kalau orang lain2 menghinanya? Selama anak2 tidak tahu, dia bisa melakukannya.
Meski di bar Kang-ha terlihat tidak suka, tapi ketika di rumah pandangannya terlihat mengiba. Ingat bagaimana Pal-kang terlihat tidak nyaman dengan In-gu, Kang-ha menarik dasinya dan malah marah2! Jun-ha menemui Pal-kang saat dia tiba di rumah. Bisakah Pal-kang melakukan ini tanpa penyesalan? Jun-ha: “Meskipun kau berada dalam keadaan sulit, ada hal yang bisa kau lakukan dan ada hal yang tidak seharusnya kau lakukan!”
Pal-kang malah berkata pada Jun-ha apa masalahnya. Dia melakukan ini untuk bertahan hidup, untuk memberi makan saudara2nya. Jun-ha bertanya, “Apa kau pikir adik2mu akan berterima kasih padamu karena membesarkan mereka dengan menjadi gadis bar?” Pal-kang menjawab, “Aku tidak mengharapkan terima kasih. Selama kami bertahan, itu sudah cukup!”
Tapi, Pal-kang tidak melihat Ju-hwang keluar. Anak ini mendengar apa yang dikatakan kakaknya dan berteriak, “Aku tidak akan mengucapkan terima kasih dan aku tidak ingin hidup seperti itu! Kami akan pergi ke panti asuhan.” Ju-hwang lalu masuk lagi lalu membangunkan saudaranya yang lain. Dia memerintahkan mereka untuk cepat2 dan berkemas. Pal-kang membela dirinya – dia tidak punya skill apa2 dan dia tidak pintar jadi dia hany melakukan apa yang dia bisa untuk mendapatkan uang. Ju-hwang berteriak balik, “Aku tidak ingin tinggal di motel dengan uang yang kau dapat di bar!” Anak2 yang lain kaget dan bertanya apakah Pal-kang bekerja di bar lalu mengatakan kalau hal itu tidak bagus.
Pal-kang: Aku tidak malu pada apapun. Tidak peduli apa yang dikatakan dunia, aku sama sekali tidak malu. Aku melakukan ini untuk bertahan hidup, jadi kalau mereka menghina, biarkan saja!
Ju-hwang: Ini bukan karena aku malu padamu – tapi aku malu karena membuatmu melakukan hal itu!
Dengan penuh air mata, Ju-hwang meninggalkan rumah itu. Jun-ha dan Tae-kyu telah menguping percakapan ini dan ketika Kang-ha bergabung bersama mereka, Jun-ha bertanya, “Kenapa kau berdiri disana? Ini pasti membuatmu sangat terganggu!” Tae-kyu mengikuti Ju-hwang keluar dan menemukan anak itu duduk di kursi taman. Tae-kyu bertanya apakah Ju-hwang benar2 ingin pergi ke panti asuhan. Ju-hwang menjawab, “Ini lebih baik daripada menghancurkan kehidupan Pal-kang.” Tae-kyu berkata, “Tanpa kalian, apa kau pikir kakakmu akan bisa hidup dengan bahagia?” Ketika Ju-hwang kembali ke rumah, dia mengatakan pada Pal-kang kalau dia akan pergi besok.
Pal-kang: Jika aku membuatmu malu lagi, maka aku akan mengirimu ke panti asuhan. Jadi sampai saat itu, jangan bicara tentang hal2 seperti itu lagi!
Ju-hwang: Itu hanya untuk sementara – hanya sekarang. Kita tidak punya pilihan lain. Meski kau bekerja untuk mendapatkan uang agar bisa tinggal di motel, kau tahu kita akan diusir juga. Kau tahu tidak ada motel yang mau menampung kita. Di panti asuhan, aku akan menjaga adik2. Jadi ketika keadaanmu membaik, jemputlah kami. Kami akan baik2 saja.
Pal-kang: Ini hanya karena aku tidak percaya diri kalau aku mampu melakukannya. Jika kita berpisah, aku takut aku tidak akan mendapatkan kalian kembali. Kau tahu aku kejam dan egois. Jika aku merasa hidupku lebih nyaman tanpa kalian, aku takut aku tidak akan menjemput kalian. Jika kau tidak ingin mengubahku menjadi buruk, jadi tetaplah tinggal.
Untungnya, keadaan sedikit cerah di pagi harinya ketika Pal-kang melanjutkan tugasnya sebagai pembantu. Kang-ha merasa terganggu melihat Pal-kang ada di ruangannya. Pal-kang telah memutuskan karena toh dia akan diusir juga maka dia akan bersih2 sesuai dengan keinginannya. Dia menjamin Kang-ha kalau dia tidak akan berkhayal tentang Kang-ha lagi.
Pal-kang benar2 menyesali waktu yang dia buang2 hanya untuk mengejar Kang-ha. Kalau saja dia sadar lebih awal, maka dia tidak akan punya hutang kartu kredit hanya untuk terlihat cantik di depan Kang-ha. Melihat perubahan sikap Pal-kang, Kang-ha menjadi sedikit bingung. Pal-kang terlihat sangat tolol. Dia bahkan bersikeras agar Kang-ha sarapan!
Di atas semua bualan Pal-kang, toh dia telah terpengaruh oleh Jun-ha dan Ju-hwang, jadi dia kembali ke kantor JK pagi itu dan mulai berkerja sebagai asisten. Semua orang memandanginya dengan penuh penasaran dan mantan supervisornya mengabaikannya. Dia merasa kalau Pal-kang akan mengerti maksud semua orang dan pergi secepatnya.
Bos bertanya apa yang Pal-kang lakukan disini dan Pal-kang langsung berlutut. Dia mengaku kalau dia tidak pernah iri pada kemampuan bos-nya atau peduli pada pekerjaannya. Faktanya, Pal-kang sudah menghina bos-nya itu – seorang wanita hanya perlu pria yang tepat untuk memiliki hidup yang baik, jadi bos-nya itu merasa sedih karena menjadi perawan tua. Pal-kang, “Aku telah melakukan dosa yang tidak bisa dimaafkan. Aku sangat menyesalinya. Jadi tolong, bantu aku! Aku punya lima saudara dan kami harus bertahan hidup. Tolong ajari aku bagaimana caranya menjadi seperti dirimu!”
Bos bukannya tidak punya rasa kasihan tapi dia mengatakan pada Pal-kang kalau itu tidak akan berhasil. Pal-kang memohon dan mengatakan kalau dia akan berubah. Dia bukan Nona Jin yang dulu lagi. Bos-nya mengatakan, “Kau melihat klienmu sebagai sumber penghasilan. Apa kau pikir mereka tidak tahu itu?”
Bos pergi dari sana tapi Pal-kang tetap berlutut di tempatnya. Dia tidak bergerak disana selama seharian penuh. Gossip cepat beredar di kantor jadi Jin-ju dan Eun-mal bergegas ke tempat Pal-kang dan mengatakan kalau dia sebaiknya menyerah saja – ini bukan cara yang bagus buat mendapatkan pekerjaannya. Mereka bahkan mencoba mengambil bayi Nam dari punggung Pal-kang tapi Pal-kang tetap bertahan, “Anak ini juga harus tahu kalau hidup tidaklah mudah. Dengan cara itu, dia tidak akan menjadi seperti diriku.”
Won bersaudara dan Jae-young juga mendengar tentang usaha Pal-kang. Sementara Jae-young menertawakan hal itu, Won bersaudara merasa sangat tidak nyaman. Jun-ha berjalan mendekat sebab dia merasa bersedih karena melihat Pal-kang berlutut seperti itu. Tapi ketika dia hampir dekat dengan Pal-kang, Jun-ha tiba2 ingat kata2 Kang-ha yaitu kalau Jun-ha sebaiknya tidak ikut campur dalam kehidupan orang lain kalau dia belum siap memikul tanggung jawab untuknya.
Pada akhirnya, Jun-ha masuk ke dalam lift di dekat Pal-kang meski Pal-kang tidak memerhatikan sebab dia terlalu lelah karena sudah berlutut seharian. Akhirnya, usaha Pal-kang terbayar – bos memintanya untuk datang besok pagi. Untuk apa, tidak terlalu jelas tapi itu lebih baik daripada pemecatan.
Pal-kang beristirahat di bangku taman dalam perjalannya pulang ke rumah dan ketika Nam menggumamkan beberapa kata, Pal-kang meraihnya dari belakang punggungnya. Pal-kang bertanya apa yang Nam bilang dan bayi itu menunjuk ke langit serta mengulangi gumamannya hingga akhirnya Pal-kang mengerti, “Ibu, Nami mengucapkan kata ‘Ibu’ lalu ‘bintang’! Dia tidak mengucapkan Ibu sejak kau pergi ke surga, tapi dia pasti tahu kau menjadi bintang.” Pal-kang berjanji pada adiknya, “Aku akan mengambilkan bintang untukmu!”

0 comments:

Post a Comment

 

Drama Korean Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei