Friday, 21 October 2011

Wish Upon a Star Episode 19

Posted by kiki kartika at 20:19
Muncul dengan tidak terduga, Jun-ha bertanya pada kakaknya, “Kenapa kau harus menikahi Jae-young karena aku?” Jae-young memalingkan wajahnya dan Kang-ha membeku kaget sebab telah tertangkap basah. Jun-ha ingin tahu ancaman apa yang Jae-young gunakan sehingga berhasil memaksa Kang-ha menikah dengannya dan melupakan Pal-kang. Kenapa mereka tidak meminta Jun-ha untuk memaksa mereka menikah? Jae-young menjawab dengan gugup, “Aku tidak bisa mengatakannya padamu. Jika aku lakukan, aku tidak bisa menikah dengannya.”
Kedua bersaudara itu keluar untuk berbicara empat mata, dan Kang-ha meminta Jun-ha untuk melupakan semua ini serta berpura-pura tidak mendengarkan percakapan itu. Jun-ha bertanya, “Apa kau memintaku untuk berpura-pura kalau aku tidak tahu jika kau dan aku punya ibu yang berbeda?” Ketika Kang-ha megap-megap, Jun-ha menjelaskan kalau dia tahu saat kelas lima SD – saat itu Kang-ha bertengkar hebat lagi dengan ayahnya dan Kang-ha kabur. Seminggu kemudian, ayah membawa Kang-ha pulang dan mereka bertengkar lagi: “Saat dia memukulku, dia balas berteriak. Kau bilang kau lebih baik tinggal dengan ibumu dan bahwa kau lahir di luar keluarga ini, jadi kenapa membawamu pulang kesini?”
Tidak hanya itu, ibu Jun-ha sudah mendengarnya dan itu merupakan hari ibu memberikan Kang-ha kamarnya sendiri dan meminta Jun-ha untuk tidak menggunakannya, sebab Kang-ha perlu tempat sendiri. Jun-ha bertanya, “Dia menyayangimu – kenapa kau tidak pernah memanggilnya ibu?” Kang-ha menjelaskan kalau dia tidak mampu melakukannya, meski dia ingin sekali, sekali lagi menunjukkan sikap membenci diri sendiri. Ibu terlalu baik dan orang seperti dirinya tidak boleh memanggilnya ibu. Lebih jauh, Kang-ha merasa hal itu tidak adil, “Aku tidak bisa mengambil itu darimu.”
Jun-ha mengenang saat dia tumbuh bagaimana dia ingin sekali menjadi seperti Kang-ha, yang berani melawan ayah. Meski ketika teman2nya bertanya kenapa dia mengikuti kakaknya, dia terus melakukannya, “Sebenarnya, aku tidak pernah ingin memukulmu. Aku selalu merasa aman bila mengikutimu.” Jun-ha mengakui ini juga pada Kang-ha, yaitu ketika dia peduli pada seseorang maka orang itu pasti lebih peduli pada Kang-ha.
Jun-ha menasehati, “Jadi tetaplah disini.” Kang-ha mendesah, “Tidak kali ini.” Jun-ha tersenyum lalu memohon, “Berikan aku kesempatan untuk melangkah dengan bangga.” Ketika Jun-ha mengendarai mobilnya pulang, dia menangis sambil bicara pada ibunya, “Kakak bilang dia ingin memanggilmu ibu. Kau harus bahagia karena keinginanmu terpenuhi.” Di rumah sakit, Pal-kang meminta Kang-ha untuk pulang saja. Dia akan menami Nam, tapi tidak ada alas an buat Kang-ha untuk tetap tinggal.
Kang-ha bangkit untuk pergi dan menjelaskan hubungan mereka dengan mengatakan kalau Pal-kang akan sendiri sampai Jun-ha datang. Kang-ha selalu mengambil banyak hal dari adiknya dan dia tidak bisa melakukannya lagi kali ini. Melepaskan Pal-kang tidak berarti kalau Jun-ha akan mendapatkan apa yang dia inginkan dan Kang-ha tahu ini jadi dia menambahkan, “Tapi juga tidak akan mendapatkan apa yang aku inginkan.” Meski mereka berdua tidak ada yang bersama Pal-kang, Kang-ha lebih baik tidak mengambil Pal-kang dan menambah rasa sakit adiknya.
Kakek segera ke rumah sakit dimana Kang-ha menjelaskan keadaan Nam padanya. Kakek sekarang mengerti kenapa dia tidak pergi ke acara pertunangannya sendiri karena dia disini bersama Pal-kang. Kakek memarahi Pal-kang karena tidak langsung mengatakan keadaan yang sebenarnya padanya, lalu menenangkan Pal-kang waktu dia menangis. Tidak ingin membuat khawatir keluarganya dengan kondisi Nam, Pal-kang hanya mengatakan pada Eun-mal dan anak2 yang lain kalau dia dan Nam ada perjalanan bisnis.
Ketika Jun Ha menemui Jae-young di bar, Jae-young mengatakan kalau dia tahu Jun-ha akan menemukannya di sini, karena dia selalu melakukan hal itu. Jae-young bertanya-tanya, “Kenapa bukan kau saja? Pasti bagus jika itu kau.” Namun, Jae-young bertekad tidak akan memberitahu Jun-ha apa yang Jun-ha ingin tahu yaitu Jae-young yang memanfaatkannya untuk mendapatkan Kang-ha. Jun-ha menjawab, “Maaf, tapi aku sudah tahu semuanya. Jadi kau tidak dapat memanfaatkanku. Jun-ha sedih, dan Jae-young bertanya apakah ia benar-benar mencintai Pal-kang. Jun-ha berkata, “Apa gunanya? Pal-kang hanya memperhatikan Kang-ha.”
Di bar yang lain, Kang ha minum. Kang Ha memikirkan kata-kata Jun-ha, tapi rasa bersalah mencegahnya mengambil kesempatan ini. Dia bergumam, “Tidak kali ini. Hanya kali ini, aku tidak akan melakukannya.” Kang-ha menemui Jae-young di tempat kerja dan meminta maaf karena tidak muncul pada pertunangan mereka lalu ia menawarkan untuk menikah segera. Dan Jae-young menamparnya. Dia bertanya mengapa dia tinggal di RS saat Jun-ha sudah tahu kebenaran. Kang ha mengatakan ia akan menikahi Jae-young dan Jae-young menjawab, “Tapi sekarang aku tidak mau.”
Jae-young sadar, “Cinta tidak muncul bahkan jika kau mendorong seseorang ke arah itu. Jadi jangan buat Jun-ha menjadi orang bodoh.” Kang-ha yang memaksa menyerahkan kebahagiaannya sendiri demi adiknya hanya membuat Jun-ha makin sedih. Sekarang situasi terbalik dan In-gu bingung. Jae-young tiba-tiba mengatakan dia tidak akan menikah dengan Kang ha, dan sekarang Jun-ha ingin pindah ke Amerika?
Kang ha tidak suka rencana ini dan menemui adiknya. Jun-ha mengatakan kalau dia sakit melihat Kang-ha begini dan mengancam tidak akan mengakui kakaknya bila Kang-ha terus seperti ini. Meski Kang-ha tidak ingin menjadi orang yang mencuri wanita yang disukai saudaranya, Jun-ha tidak ingin menjadi orang yang meruntuhkan kebahagiaan kakaknya. Dan kemudian… Kang-ha dan Kakek Jung bergegas ke kantor polisi ketika mereka mendengar bahwa Jung-ae dan anaknya telah ditemukan, mereka tertangkap saat mencoba masuk ke China dengan dokumen palsu.
Kakek memperkenalkan dirinya sebagai ayah Jung-ae dan mengingatkan kalau adalah dia anaknya. Yang mengejutkan, wanita itu tidak tahu apa yang kakek bicarakan, jadi Kang Ha bertanya tentang ayah anak wanita itu. Bukankah ia cucu kakek? Jung-ae menjelaskan bahwa mereka pasti salah, karena ayah anak itu adalah seorang pria yang sudah menikah, itulah sebabnya dia meninggalkan kota kelahirannya sebab dia tidak ingin fakta itu merusak masa depan anaknya. Ini adalah kejutan besar, dan meskipun Kang Ha menyarankan tes DN, jelas mereka salah selama ini. Selanjutnya, kesehatan Kakek melemah dan tidak tahan akan kejutan ini. Kakek selanjutnya berakhir di rumah sakit.
Pal-kang belum meninggalkan rumah sakit sejak Nam dibawa kesana, dia mengkhawatirkan dia sebab Nam tetap tidak sadar. Ketika Pal-geng muncul dari kamar, dia menemukan Kang-ha menunggunya, sedikit kaget soalnya ingat pernyataan ketika Kang-ha pergi terakhir kalinya. Dia menjelaskan bahwa Jun-ha tidak akan menjadi saudaranya lagi jika Kang-ha membiarkan Pal-kang pergi. Kang-ha memeluk Pal-kang, kemudian mengakui bahwa itu hanya alasan – meski dia terus mengingatkan dirinya sendiri agar tidak datang ke sini, dia akan datang pada akhirnya. Jun-ha yang mendorongnya kesini sedikit lebih cepat.
Kang ha berkata, “Aku minta maaf karena ragu-ragu. Sekarang aku di sini, apa kau memaafkan aku.” Pal-kang mulai menangis. Kang-ha bersumpah, “Aku tidak akan ke mana-mana sekarang.” Tak lama kemudian, mereka bergabung dengan anak-anak yang diantar ke rumah sakit oleh Eun-mal dan Jin-ju. Mereka telah diantar ke sini oleh Jun Ha, yang meminta saudaranya tersenyum dan meinggalkan keluarga itu agar mereka bisa bersama.
Anak-anak telah tahu tentang penyakit Nam ketika Ju-hwang menelepon kantor Pal-kang untuk bertanya tentang perjalanan bisnis kakaknya. Mereka protes sebab Pal-kang menyembunyikan ini dari mereka. Pal-kang meminta maaf. Sementara Ju-Hwang duduk di samping Nam yang tidur (anak-anak lainnya terlalu muda untuk memasuki ruangan), yang lain melirik aneh pada Kang-ha. Jin-ju dan Eun-mal bertanya mengapa dia di sini, tapi sebelum bisa menjawab, Pa-rang angkat bicara: “Paman, kau mencintai kakak kami, kan?”
Semua memandangi Pa-rang dengan heran, bertanya-tanya bagaimana Kang-ha akan menanggapi. Mereka melongo ketika Kang Ha jawaban sederhana, “Ya, kau benar.” Pa-rang sepenuhnya setuju. Keluarga Jung tiba di rumah sakit untuk mengunjungi kakek, di mana mereka mengampiri salah satu dokter di lorong – itu kakak Min-Kyung. Mereka menjelaskan mengapa mereka di sini dan mengunjungi ruangan kakek Jung, tapi Min-Kyung mendapat telepon penting.
Dia menyelinap keluar untuk bertemu dengan Kim Do-shik, yang memberikan kabar buruk. Jung-ae tertangkap basah dengan paspor palsu dan ditangkap polisi. Parahnya lagi, kakek dan Kang-ha sudah pergi menemui Jung-ae, dan meminta melakukan tes DNA. Min-Kyung tidak menyadari bahwa mereka sedang diamati oleh Jang-soo, yang menemukan hal yang aneh jika Min-kyung mau bicara dengan Do-shik. Jang-soo menemui teman2nya untuk melaporkan temuan ini aneh, dan mencoba memecah teka-teki kasus mereka dan apakah Min-kyung ada hubungan dengan semua ini.
Kang Ha merasa hal ini mencurigakan dan memberitahukan berita ini untuk kakek, menghubungkan teka-teki antara Min-Kyung dan keberangkatan Jung-ae yang tiba-tiba itu. Dia bahkan menduga mungkin ada hubungan dengan kecelakaan yang menewaskan orang tua Pal-kang. Kakek Jung memperingatkan Kang-ha menjaga rahasia ini antara mereka berdua saja.
Semua orang dewasa dites darah agar tahu apa mereka cocok dengan Nam. Anak-anak ingin diuji juga, tapi masih terlalu muda, dan apalagi ini sudah di atas jam makan siang. Pal-kang bersikeras mereka makan untuk menjaga kekuatan dan mengabaikan protes mereka. Dia juga mengabaikan Kang ha, yang memicu pertengkaran antara keduanya. Semua orang mengerti kalau ini adalah cara mereka berkomunikasi.
Jun-ha dan Jae-young berada pada posisi dimana mereka telah menerima hasil akhirnya dan sekarang sedang mencoba untuk memandang segalanya sebagai lelucon. Jun-ha menertawakan kesalahan Pal-kang, seperti bagaimana dia tidak bisa memasak dan menebak Kang-ha akan menderita jika mereka menikah. Jae-young bersimpati, memahami kalau ini adalah akibat penolakan itu, dan menyinggung rencana Jun-ha pindah ke AS. Jun-ha mengatakan rencana ini hanya akan membuat Kang Ha dan Pal-kang merasa kasihan kepadanya. Yang terbaik adalah tetap tinggal dan berpura-pura tidak terjadi apapun. Jae Young berkata dia jelas tidak bisa begitu, dan Jun-ha menyindir sebaiknya Jae-young berlatih.
Nam memburuk dan ini membuat Pal-kang muntah di kamar kecil sementara Kang-ha dengan cemas menunggu di luar. Ketika muncul, Pal-kang mencoba tertawa dengan mengatakan dia makan terlalu banyak, tapi Kang-ha tahu dia berbohong. Kang-ha berkata, “Kau tidak harus bersikap berani dihadapanku.” Ini, tentu saja, adalah adegan yang Tae Kyu saksikan. Dia datang untuk melihat Nam dan untuk ikut diuji sebagai donor. Pemandangan ini membuatnya merasa dikhianati oleh pamannya. Kang-ha mengatakan dia menyesal.
Kang ha tidak bermaksud menyakiti Tae-kyu, tapi Kang-ha ingin agar Tae-kyu memanggil Pal-kang “ajumoni” (Bu). Tae Kyu mengatakan itu kekanak-kanakan dan bertekad dia akan memanggil Pal-kang dengan namanya selamanya. Jae-young mampir untuk menemui Pal-kang. Pal-kang meminta maaf “untuk semuanya,” tapi terkejut ketika Jae-young mengulurkan tangan dan mengakui bahwa dia kalah. Dia menjelaskan alasan ia sangat menginginkan Kang-ha yaitu karena Kang-ha tidak pernah tertarik pada wanita mana pun. Tapi sekarang dengan Pal-kang, Jae-young melihat bahwa ia tidak dapat dibandingkan dengan Pal-kang dan karenanya memilih mundur.
Pal-kang berbagi dengan Jae-young, “Apakah kau tahu kenapa Jun-ha dulu mendekatiku? Itu untukmu.” Pal-kang menjelaskan kalau Jun-ha telah berusaha untuk mengarahkan perasaan Kang Ha terhadap Jae-young. Dan percaya bahwa hal paling tulus yang harus dilakukan untuk orang yang tidak mencintaimu kembali adalah tidak mencintai mereka. Jae-young tampaknya memahami kalimat ini – bahwa Jun-ha melakukannya karena cinta pada dirinya.
Pal-kang dan Kang-ha terus menginap di rumah sakit, di mana Eun-mal membawakan mereka pakaian baru dan melihat dengan geli saat mereka mulai bertengkar lagi. Pal-kang mengomeli Kang-ha karena tidak masuk kerja, dan Kang-ha ngomel balik kenapa Pal-kang tidak beristirahat di ruangan yang telah disediakan Kakek untuknya.
Kang-ha tahu Pal-kang hanya menggunakan keluhan untuk menutupi perasaan sebenarnya, lalu berkata, “kau tahu kau merasa aman denganku disini.” Pal-kang tidak akan mengakuinya, namun Kang-ha melanjutkan, “Jika kau merasa ingin menangis karena bersyukur, katakan saja terima kasih.” Pal-kang mulai protes, sehingga Kang-ha membungkamnya dengan ciuman.. Kang-ha mengomel kalau Pal-kang protes terus – Pal-kang hanya harus berterima kasih jika dia merasa bersyukur. Sementara itu, Pal-kang berdiri dalam keadaan linglung, tidak mampu memberi respon.
Min-Kyung mendapat kabar baik dan buruk. Pertama, dia mendengar kalau menurut hasil tes DNA, anak Jung-ae tidak berhubungan darah dengan kakek Jung. Ini berarti bahwa mereka telah mencari orang yang salah selama ini, tetapi Min-Kyung aman untuk saat ini. Namun, saudara laki-lakinya menunjukkan padanya sesuatu yang aneh dalam hasil tes darah diambil dari donor Nam. Pal-kang dan kakek Jung punya hubungan darah.
Min-Kyung tidak sepenuhnya memahami apa ini, tapi dia tahu apa artinya. Pal-kang lebih mengancaman dari sebelumnya, sehingga Min-Kyung mencoba untuk mencari cara untuk mengubah ini untuk melindungi kepentingannya. Dia menemui Kang-ha untuk bertanya tentang hubungannya dengan Pal-kang. Min-kyung meminta Kang-ha pindah ke Amerika. Dia bisa menikah dengan Pal-kang dan mengajaknya ke AS. Min-Kyung menjelaskan bahwa dia ingin melindungi perasaan Jae-young sebagai tunangannya yang dibuang.
Kang ha tidak menurutinya, tapi ia hanya menjawab kalau ada banyak hal yang harus ditangani dengan semakin dekatnya operasi Nam. Mereka telah menemukan donor dari Jepang, dan operasi akan dilakukan sesegera mungkin. Kang-ha akan mempertimbangkan saran itu nanti.
Jae-young tiba di rumah sakit, di mana dia menemukan Jun-ha sedang nongkrong di luar, peduli terhadap operasi Nam tetapi tidak berani menemui semuanya. Jae-young menjelaskan kedatangannya dengan mengatakan bahwa dia mempertimbangkan kalau dia akan berada di sini. Namun, karena tidak benar-benar tempat mereka berada di sini, mereka bisa pergi ke tempat lain dan mendoakan Nam dari jauh.
Dan kemudian, waktunya untuk operasi dilakukan. Keluarga Jin tampak cemas ketika Nam dibawa pergi.

0 comments:

Post a Comment

 

Drama Korean Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei