Friday, 21 October 2011

Wish Upon a Star Episode 13

Posted by kiki kartika at 02:14
Kang-ha menyatakan keinginannya untuk memperpanjang kontrak Pal-kang. Tapi Pal-kang kaget pada perubahan sikap ini dan mendekat untuk melihat wajah Kang-ha lebih saksama. Dia bertanya, “Perpanjangan… kontrak?” Kang-ha menjawab kalau ini tidak terlalu sulit untuk dimengerti, tapi Pal-kang masih tidak percaya ini. Dia menegak teh yang dia bawakan untuk Kang-ha hingga tersedak.
Saat dia bisa bicara lagi, Pal-kang bertanya berapa lama perpanjangan yang Kang-ha inginkan. Kang-ha menjawab, “Bagaimana kalau kita mulai dengan tiga bulan, lalu mendiskusikan nanti untuk perpanjang lebih lama?” Pal-kang tidak percaya ini, benar-benar membuat tidak bisa bicara. Tapi Pal-kang tidak terlalu terkejut kalau dia lupa apa yang paling penting sebenarnya. Pal-kang, “Kita harus menulis ulang kontraknya!”
Kang-ha menurut dengan menulis kontrak paling mendasar, tapi kali ini Pal-kang mengulangi perkataan lama Kang-ha tentang menulis secara spesifik. Mereka harus menentukan lama kontrak, pihak yang terlibat, syarat, segalanya. Pal-kang menambahkan dengan penuh harap, “Kau yang menyarankan memperpanjang kontrak lebih dulu, yang artinya kau puas dengan pekerjaanku sebagai pembantumu. Jadi itu artinya jika kau menaikkan gajiku, aku pasti punya keinginan untuk bekerja lebih keras…”
Melihat ekspresi Kang-ha, Pal-kang mundur dan berkata kalau dia mungkin terlalu memaksa. Mereka bisa menghilangkan bagian yang terakhir, karena Kang-ha sudah memberinya tempat tinggal dan memberi makan saudara2nya. Pal-kang mengharapkan kenaikan antara 20.000 sampai 30.000 won jadi ketika Kang-ha bertanya, “Bagaimana dengan 100.000 won?” Pal-kang benar2 hanyut dalam kebahagiaan. Pal-kang berjalan sempoyongan dengan kontraknya keluar yang membuat Tae-kyu berpikir kalau Kang-ha sudah menyusahkannya lagi. Malah, Pal-kang menyebutkan perpanjangan 3 bulan itu dan Tae-kyu ikut bergembira bersama Pal-kang melompat-lompat! Tentu saja, air dalam mug Tae-kyu bercipratan yang mengenai wajah Pal-kang.
Bisa dilihat kalau Pal-kang mulai tersentuh dengan kebaikan Kang-ha ketimbang yang bisa dia tahan. Pal-kang memperingatkan dirinya: “Jin Pal-kang, kau adalah seorang pembantu. Meski mereka melihatmu sebagai penggoda dan bermain-main denganmu, biarkan saja. Mengerti? Kau tidak bisa mengedipkan mata. Pegang anak-anak dengan erat dan lihat ke depan. Jangan berbalik pada siapapun. Tidak pada siapapun.”
Tae-kyu merayakan dengan anak-anak dan kakek Jung. Cho-rok memberi ide pada Tae-kyu bahwa tindakan Kang-ha hanya demi Tae-kyu. Karena Tae-kyu ingin menikahi Pal-kang maka Kang-ha menginjinkan perpanjangan kontrak itu jadi dia bisa memikirkan masalah pernikahan itu lebih serius. Tae-kyu sangat menerima ide ini. Di tempat kerja, supervisor Pal-kang memberitahu Jae-young kalau Pal-kang sudah mendapatkan 5 klien. Ketimbang terkesan, Jae-young berkata kalau klien itu pasti hanya merasa kasihan pada Pal-kang.
Jae-young melihat ibu Kang-ha ketika wanita tua itu meminta alamat rumah Kang-ha pada resepsionis. Jae-young mengajaknya mengobrol, mengatakan kalau dia tahu hubungan mereka dari ibunya sendiri. Dia juga berterus terang tentang cintanya pada Kang-ha dan menawarkan bantuan. Malam itu, Pal-kang mendapat telpon dari Jang-soo, temannya di JK yang mencari tahu kematian ortu Pal-kang.
Kakek mendengarkan percakapan itu jadi Pal-kang membagi ceritanya dengan kakek bahwa ada kemungkinan orang tuanya meninggal karena dibunuh secara sengaja. Itu membuat kakek kaget dan bergegas pulang. Tentu saja, kakek tidak bisa mengatakan kalau dia akan pulang ke rumah mewahnya tapi dia mengatakan pada Pal-kang kalau dia akan mencari tempat strategis yang bisa membuatnya mudah mengumpulkan barang bekas keesokan harinya. Pal-kang mengatakan kalau suatu hari nanti dia sudah punya tempat tinggal sendiri, kakek harus tinggal dengannya. Dengan begitu, kakek tidak perlu menyelinap seperti yang dia lakukan sekarang.
Di rumah kakek menanyakan pertanyaan spesifik tentang keluarga Jin kepada Min-kyung. Apa dia tahu kalau kakek akan memberikan ayah Pal-kang rumah sakit untuk dikelola dan bahwa pasangan suami istri Jin sudah meninggal. Min-kyung menjawab dengan jujur dan bahkan mengakui kalau dia tahu pasangan yang meninggal itu punya anak. Akan tetapi, Min-kyung membuat jawabannya terkesan bahwa dia mengira anak-anak Jin akan baik2 saja.
Min-kyung sangat terus terang mengakui kalau dia merasa tidak suka kerena kakek mengabaikan In-gu demi keluarga Jin. Dia selalu merasa bersalah sebab In-gu menikahinya. Min-kyung berbohong menjawab pertanyaan terakhir kakek bahwa dia tidak pernah bertemu dengan keluarga Jin. Min-kyung juga memperingatkan suaminya untuk memberikan jawaban yang sama. Akan tetapi, In-gu ingat pernah melihat pasangan Jin di rumah sakit waktu kakek pingsan dan merasa sedih atas kematian mereka. Tapi Min-kyung mengatakan kalau akan lebih mudah dijawab bila mengatakan tidak pernah bertemu dengan keluarga Jin.
Malam itu, Pal-kang memandang langit bersama Nam dan menunjuk bintang paling besar. Dia mengatakan kalau mereka menamai bintang itu Kang-ha, sebagai ucapan terima kasih karena menginjinkan tinggal. Pa-rang menyeret kakinya ke ruangan itu karena sulit tidur dan meminta ijin kakaknya agar bisa tidur di kamar Kang-ha. Pal-kang menyuruh Pa-rang kembali ke kamar mereka tapi anak ini bersikeras, berkata kalau dia tidur sambil berjalan maka Kang-ha tidak akan keberatan. Setelah itu, Pa-rang mengendap ke kamar paling atas, menarik selimut Kang-ha yang sedang tidur. Lucunya, saat Kang-ha membuka matanya, Pa-rang segera mengalihkan pandangannya ke langit2 dan berpura-pura tidur sambil jalan.
Kang-ha: Apa kau sekarang tidur sambil jalan, atau tidak?
Pa-rang: Aku tidur sambil jalan.
Kang-ha: Apa orang yang tidur sambil jalan akan menjawab kalau dia tidur sambil jalan?
Pa-rang: Iya.
Kang-ha: Kau sadar, bukan?
Pa-rang: Tidak. Aku tidak tersadar. Aku sedang tidur sambil jalan.
Kang-ha mempersilahkan Pa-rang naik ke tempat tidurnya. Pa-rang gembira sebelumnya akhirnya dia ingat kalau dia tidur sambil jalan, lalu berpura2 jalan seperti zombie ke kaki ujung tempat tidur Kang-ha. Sambil memanjat, Pa-rang membuat sebuah permintaan, “Tolong jangan menendangku!” kemudian dia beranjak tidur. Pada pagi harinya, Tae-kyu masuk ke kamar Kang-ha dan memeluknya, berpikir Kang-ha memperpanjang kontrak Pal-kang demi dirinya. Jun-ha mendengar ini untuk pertama kalinya ketika dia melihat Pa-rang keluar dari kamar mandi Kang-ha. Semua orang kaget – Pa-rang tidak boleh ada disana. Tapi Pa-rang hanya menjawab, “Tuan pengacara yang menyuruhku.” Semua orang memandang Kang-ha dengan bingung.
Pal-kang menyiapkan makan pagi mewah. Dia memasak tiga macam sup yang sesuai dengan selera tiga pria di rumah itu. Untuk pertama kalinya mereka merasa bersalah karena membuat Pal-kang bekerja ekstra, tapi Pal-kang menjawab kalau dia sudah terbiasa sekarang. Jun-ha menawarkan Pal-kang makan siang sebagai ucapan terima kasih tapi Pal-kang menolak, berkata kalau ada pertemuan dengan klien. Dan selama ini, Tae-kyu bereaksi dengan gembira – dia berpikir mereka semua baik pada Pal-kang demi keuntungannya. Beberapa hal terjadi di tempat kerja:
Eun-mal diringankan dari tugas membersihkannya. Itu karena di episode sebelumnya dia bertemu dengan kakek Jung dan kakek meminta Eun-mal untuk merahasiakan identitasnya. Jadi dia menggunakan kesempatan itu untuk diringankan dari tugas bersih2nya. Ketika Pal-kang mengucapkan selamat karena promosi yang dia dapatkan, Eun-mal berkata, “Ini semua karena kau!” tapi akhirnya kemudian dengan cepat menutup mulutnya.
Jang-soo semakin maju dalam penyelidikan kasus kecelakaan orang tua Pal-kang dan sekarang Jin-ju mulai bersikap hangat padanya. Malah hari ini Jin-ju mentraktir Jang-soo makan siang. Meski bukan sepenuhnya mentraktir sebab Jin-ju menggunakan kupon makan siangnya. Hehehe
Selama makan siang, Pal-kang bertemu dengan beberapa klien yang berasal dari perusahaan tempat mantan pacar Jun-ha bekerja. Wanita ini menggunakan kesempatan yang ada buat melakukan tes kecil dengan mengundang Jun-ha serta mengatakan kalau Pal-kang ada disini. Sementara itu, dia meminta Pal-kang untuk mencoba baju pengantin yang dipakai perusahaannya promosi di web. Ini hanya cara agar Pal-kang tambah cantik ketika Jun-ha tiba. Wanita itu mengatakan pada Jun-ha kalau dia ingin membuktikan apakah Jun-ha masuk perangkap atau tidak. Ternyata Jun-ha memang terkejut melihat Pal-kang dengan pakaian pengantin itu. Dia melihat Pal-kang dengan kagum dan tetap menawarkan makan siang yang tetap juga ditolak Pal-kang.
Akhirnya, Jun-ha bertanya kenapa Pal-kang menghindarinya. Tapi jawaban Pal-kang malah membuat Jun-ha kesal sebab Pal-kang berkata, “Kenapa kau bergerak sejauh ini karena kakakmu?” Pal-kang mengakui bahwa ketika dia masih Nona Jin Yang Tidak Berguna dia memang pelupa. Tapi sekarang dia sudah memerhatikan – dia tahu Jun-ha tidak pura2 tertarik pada dirinya karena dia merasa seperti itu. Pal-kang menjamin, “Jangan mengkhawatirkanku. Kakakmu memperlakukanku seperti ini karena kasihan, jadi kau tidak perlu melakukan ini.”
Jun-ha bertanya, “Kalau begitu, bagaimana dengan perasaanmu? Kau menyukai kakakku lama sekali. Sekarang perasaannya mulai berubah, tidakkah perasaanmu kembali?” Pal-kang memikirkannya, lalu menjawab, “Tidak. Sudah sejak lama ketika aku bersamanya.” Pal-kang telah memotong perasaannya bersama rambutnya – jadi Jun-ha tidak perlu melakukan ini. Jun-ha menghalangi jalan Pal-kang, tidak percaya kalau Pal-kang benar2 bisa tidak peduli karena dia memutuskan begitu. Pal-kang menjawab kalau dia sukses, “Tapi pasti tidak berhasil buatmu.” Jun-ha bertanya apa artinya.
Pal-kang: Aku pikir rasanya aneh kau tiba2 bersikap seperti ini. Aku berpikir, kenapa dia bersikap sepertinya dia tiba2 menyukaiku? Dan aku menyadari kenyataannya.
Jun-ha: Kebenaran apa?
Pal-kang: Bahwa kau adalah orang yang mencintai dengan cara yang tidak biasa.
Jun-ha: Apa maksudmu?
Pal-kang: Kau mengatakan pada Tae-kyu bahwa hal paling indah yang bisa kau lakukan pada orang yang tidak mencintaimu adalah tidak balik mencintainya. Bukankah aneh? Bagaimana kau berjalan begitu jauh tanpa tertangkap basah?
Jun-ha telah tertangkap basah, dia mencoba usaha terakhir untuk menyangkalnya. Menarik Pal-kang, Jun-ha bertanya, “Apa yang sedang kau katakan?” Pal-kang menjawab, “Jika kau tidak ingin ketahuan, kau harus berhenti dengan ini. Jika kau tidak bersedia, orang yang tidak bodoh akan menangkap basah dirimu.” Ini membuat Jun-ha marah dan untuk pertama kalinya berkata kasar pada Pal-kang: “Siapa kau hingga berpikir kalau kau tahu segalanya tentangku?” Pal-kang menjawab, “Aku ingin berpura-pura aku tidak tahu. Jika seseorang sepertiku tahu, mereka yang berdua itu pasti tahu. Pengacara Won dan Nona Jung keduanya pintar.”
Sedikit putus asa, Jun-ha meminta Pal-kang untuk menghentikan omong kosong ini, “Sikapku padamu tidak ada hubungannya dengan kakakku atau Jae-young.” Tapi Pal-kang mengingatkan kalau dia sudah menempel seseorang selama lima tahun. “jadi aku tahu bagaimana rasanya melihat orang yang kau cintai yang tidak membalas cintamu. Betapa sakit dan sedih rasanya. Aku melihatnya di cermin tiap hari.” Pal-kang menambahkan, “Tidak peduli siapa yang kau cintai atau bagaimana kau mencintainya, tidak masalah buatku. Tapi tolong jangan manfaatkan aku. Itu membuatku begitu menyedihkan.”
Ibu Kang-ha senang menerima bantuan Jae-young dan bertemu dengan Jae-young lagi untuk menerima bayarannya. Ibu berkata kalau Kang-ha kelihatannya tidak tertarik pada Jae-young, dan ibu sebenarnya sangat kejam saat menjelaskan emosi anaknya, “Kang-ha adalah orang yang tidak tahan kalau darahku dan darah ayahnya mengalir dalam tubuhnya. Karena itulah dia tidak ingin memberi cinta pada orang lain.” Untuk pertama kalinya ibu punya hati ketika dia dan ayah Kang-ha membuat Kang-ha menderita.
Waktu Kang-ha masih di SD, dia datang ke ibunya dengan wajah memar dan terluka dan memohon agar dibiarkan tinggal dengan ibu. Berpikir kalau Kang-ha membiarkan anak lain memikulnya, ibu menjadi kesal. Tapi Kang-ha malah mengatakan kalau ayahnya yang melakukan itu padanya sebab tidak mau memanggil ibu Jun-ha ‘Ibu.’ Jae-young khawatir akan apa yang harus dia lakukan sebab Kang-ha tidak membalas perasaannya. Kata ‘menyerah’ rupanya tidak masuk kamus Jae-young. Mungkin karena ingin mendapatkan pendukung, Ibu berkata, “Apa kau tahu kalau Kang-ha punya kelemahan?”
Kang-ha punya computer baru dan Pa-rang yang tertarik memandangi Kang-ha mencobanya. Pa-rang bertanya apa yang akan terjadi pada laptop lama Kang-ha. Kang-ha tahu apa maksud Pa-rang tapi dia ingin bermain-main sedikit dan menjawab kalau dia akan membuang laptop-nya itu. Pa-rang bertanya, “Bisakah kau memberikannya padaku?” Kang-ha menjawab tidak, sebab Pa-rang hanya akan bermain games saja dan Pa-rang merajuk.
Tapi, ketika dia turun ke bawah, Pa-rang menunjukkan sesuatu pada saudara2nya: Kang-ha memberikan computer itu padanya. Pa-rang bangga pada dirinya dan menerima pujian karena cukup pintar untuk membuat Kang-ha memberikan gadget itu padanya. Padahal, Pa-rang berjanji akan menyemir sepatu Kang-ha tiap hari! Tentu saja, No-rang mengatakan kalau mereka sudah melakukan itu. Ini membuat Pa-rang bertanya-tanya kenapa Kang-ha menjual komputernya dengan harga segitu. Dia kembali naik dan bertanya pada Kang-ha. Melesat ke kamar Kang-ha, Pa-rang mengatakan kalau mereka sudah menyemir sepatu Kang-ha tiap hari.
Pa-rang memohon, “Tolong beri aku tugas yang lain. Aku tidak bisa menerima komuternya secara gratis.” Kang-ha jelas tidak peduli dan berkata akan memikirkannya lagi nanti. Pa-rang begitu ingin mendapatkan komuternya jadi dia menawarkan untuk memijat punggung Kang-ha, mengabaikan protesnya. kang-ha mengeluh rasanya sakit – tapi tentu saja Pa-rang berpikir kalau Kang-ha hanya melebih-lebihkan. Kang-ha mengembalikkan keadaan untuk membuktikan kalau pijatan itu lebih menyakitkan. Ternyata, Pal-kang memerhatikan kejadian itu dengan kagum. Tentu saja, dia mengerti kalau Kang-ha memang benar2 ingin memberikan saja komputernya lalu tersenyum penuh rasa terima kasih.
Mantan pacar Jun-ha memandangi Jun-ha minum malam itu dan heran pada sisi baru Jun-ha yang ini. Kenapa Jun-ha bersikap seperti ini? Jun-ha sedang menyingkirkan kebingungannya – dia yakin kalau perasaannya yang sebenarnya tidak akan ketahuan: “Tapi wanita itu… dia tahu.” Sebelumnya, Jun-ha berpikir kalau dia pasti mati jika ketahuan tapi malahan dia merasa lega. Jun-ha berkata, “Ada satu wanita di dunia ini yang tahu bagaimana aku. Kenapa hal itu membuatku nyaman?”
Saat pulang ke rumah malam itu, Pal-kang mencium bau alkohol pada nafas Jun-ha dan membawakannya teh madu. Jun-ha meminta maaf karena bicara kasar pada Pal-kang sebelumnya dan mencegah Pal-kang pergi untuk menjelaskan kalau Pal-kang benar (tentang Jun-ha yang mengejar Pal-kang dengan maksud palsu): “Memang benar begitu pada awalnya. Tapi kemudian, rasanya tidak seperti itu.”
Pal-kang: Aku bukan kakak anak2 itu. Kami tinggal di sauna ketika kami tidak punya tempat tinggal dan hari saat kami tinggal di rumah ini, aku memotong rambutku di kamar mandi. Aku mengatakan pada diriku di cermin ‘kau bukan wanita lagi. Kau adalah seorang ibu.’ Aku tidak datang ke rumah ini sebagai seorang wanita. Aku datang sebagai ibu untuk mereka, jadi mereka tidak akan mati kedinginan di jalanan. Jadi di kantor tolong perlakukan aku sebagai pegawai dan di rumah ini perlakukan aku sebagai pembantumu. Begitulah cara membantuku hidup seperti yang aku mau, sebagai ibu mereka.
Pal-kang mengucapkan selamat malam. Tae-kyu tidak nyaman karena Pal-kang mengunjungi kamar Jun-ha malam itu, meski hanya untuk membantu. Terlebih, dia tahu Jun-ha terkenal karena gadis2 di sekelilingnya. Jun-ha mengingatkan Tae-kyu kalau Pal-kang hanya mengganggapnya sebagai saudara. Saat Tae-kyu mulai membuat alasan, Jun-ha menjadi kesal dan berkata, “Jika Pal-kang terlihat sebagai wanita buatmu, aku juga bisa!” Tae-kyu masuk ke kamar Kang-ha: “Aku rasa dia gila!” Mengerti kalau Jun-ha mulai melancarkan aksinya untuk mendapatkan hati Pal-kang, Tae-kyu jadi panic. Jun-ha tidak boleh melakukan itu pada wanita yang Tae-kyu lamar. Tae-kyu terisak, “Ini pengkhianatan!” Kang-ha kaget tapi dia hanya menyuruh Tae-kyu tidur.
Paginya, Tae-kyu menghadapi pamannya dengan tekad bulat. Jika Jun-ha ingin bertarung dengannya maka dia akan meladeni – dia tidak akan mundur! Dia juga seorang pria! Lucunya, Pa-rang salah mengerti dan bertanya apa ada orang yang menduga kalau Tae-kyu perempuan. Tae-kyu menyemangati dirinya dan tanpa sengaja menunjukkan sikap girly. Di meja sarapan, Jun-ha meminta Pal-kang untuk melayani dirinya dengan makanan yang sama seperti Kang-ha. Tae-kyu dengan cepat mengikuti. Ini artinya Pal-kang tidak harus membuat tiga sarapan lagi. No-rang, Cho-rok, dan Pa-rang kembali memuji jagoan mereka masing2.
Di tempat kerja, ibu Kang-ha memaksa masuk ke kantor Kang-ha, beberapa saat sebelum Jun-ha juga masuk. Ini aneh dan memaksa Kang-ha bertemu dengan ibunya di ruangan yang terpisah untuk menjauhkan Jun-ha dari ibunya. Ibu merasa tertarik melihat fakta kalau Kang-ha begitu melindungi Jun-ha padahal Kang-ha seharusnya membenci Jun-ha. Kang-ha memang yang lebih tua tapi Jun-ha adalah anak sah ibunya. Kang-ha menjawab kalau ini karena Jun-ha adalah putra satu2nya ibunya. Membingungkan sampai Kang-ha menjelaskan kalau dia mengganggap ibu Jun-ha sebagai ibunya. Kang-ha memperingatkan, “Jangan berpikir untuk mendekati putra paling berharga ibuku.”
Tapi ibu kemudian mengumumkan kalau dia akan kembali ke Amerika Serikat. Ini membuat Kang-ha kaget sebab dia tidak memberikan uang pada ibunya – sampai ibu bilang kalau dia bertemu Jae-young. Kang-ha langsung tahu kalau ibu mengambil uang dari Jae-young, yang membuat Kang-ha marah. Marah dan terluka, Kang-ha bangkit lalu berkata, “Sebaiknya kita tidak bertemu lagi.” Berikutnya, Kang-ha menemui Jae-young dan berkata berani2nya Jae-young ikut campur dalam kehidupannya. Berapa besar uang yang dia berikan pada ibunya? Dia akan bayar. Jae-young menolak menjawab sebab dia adalah wanita yang akan dinikahi Kang-ha – masalah ibu Kang-ha tentu saja merupakan masalahnya juga.
Dengan santai, Jae-young menyebutkan fakta kalau Jun-ha tidak tahu jika dirinya dan Kang-ha punye ibu yang berbeda. Jae-young berkata, “Orang yang paling berharga dalam hidupmu adalah adikmu, kan?” Mata Kang-ha melebar ketika dia mengerti ancaman Jae-young dan dia menyebutkan ultimatumnya: jika Kang-ha menikahi Jae-young maka Jae-young bisa membawa rahasia ini ke dalam kubur. Tapi jika tidak, ‘maka aku tidak punya alasan untuk menyimpan rahasia itu.’ Jae-young menawarkan waktu pada Kang-ha untuk memikirkannya lagi – ‘tapi jangan membuatku menunggu terlalu lama.’
Sebuah klue terungkap tentang cucu kakek Jung yang hilang. Kakek melihat album foto keluarga Jin dan mata kakek tertuju pada foto dua wanita yang membawa bayi mereka. Salah satu wanita adalah ibu Pal-kang sedangkan wanita lainnya masih kabur di ingatan kakek. Sambil menarik foto tua itu, kakek membandingkan foto terbaru ibu dari cucunya yang hilang. Jang-soo hampir menyelesaikan penyelidikannya tentang kematian orang tua Pal-kang. Jin-ju menemani Jang-soo mengungkap misteri itu dan Pal-kang mampir untuk membawakannya makanan.
Jang-soo mengenali pria yang berjalan dan mencoba menanyai truk yang pria itu kendarai ketika kecelakaan itu terjadi. Pria ini mengerti arah pembicaraan ini dan menyangkal berada di lokasi kecelakaan pada hari itu. Dia adalah pria misterius yang disewa Min-kyung untuk melakukan pekerjaan kotornya. Dia yakin dia tidak meninggalkan jejak apapun di tempat kejadian, tapi mengkhawatirkan bahwa Jang-soo mampu menemukannya.
Min-kyung memerintahkan pria itu untuk segera menghilang – dan tidak muncul hingga dihubungi lagi. Setelah harinya yang melelahkan, Kang-ha minum sendiri malam itu di bar jazz. Ini membuatnya kembali ke flashback. Pada waktu itu, seorang gadis muda bertanya, “Apa kau begitu membenciku? Tapi apa yang bisa kita lakukan? Meski begitu, terima saja. Aku akan pergi lebih dulu. Segeralah datang, oke?”
Ketika Kang-ha keluar dari kenangan yang menyakitkan, Jae-young dan Jun-ha bergabung dengannya. Jae-young sedang senang dan mengumumkan kalau Kang-ha telah setuju untuk mempertimbangkan pernikahan itu dengan serius. Anehnya, hanya Jae-young yang senang dengan berita itu. Yang paling memprihatinkan adalah Kang-ha yang berjalan sendiri di jalanan sambil meneriakkan keputusasaannya ke sungai.
Saat Pal-kang pulang ke rumah malam itu, dia menemukan Kang-ha duduk di tangga depan, di dalam kedinginan malam. Pal-kang bisa mencium bau alkohol di nafas Kang-ha dan membantunya berdiri. Sambil memandangi Pal-kang dengan cermat, Kang-ha mendekat dan membekap Pal-kang. Dia berkata, “Aku mencoba untuk hidup lagi, karena kau. Aku mencoba memulai kehidupan yang baru tapi sekarang… sekarang apa yang harus aku lakukan?”

0 comments:

Post a Comment

 

Drama Korean Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei