Friday, 21 October 2011

Sinopsis The Return of Iljimae Episode 21

Posted by kiki kartika at 20:46
Sung-kae menarik Iljimae dan berhenti untuk memasak makanan. Iljimae bangun dan berusaha mengingat bagaimana dia sampai disana, ingat kalau dia dibius. Dia bangkit dari kelumpuhan temporernya, berjalan pelan ke tempat Sung-kae, yang dia pandang dengan curiga. Iljimae bertanya pada Sung-kae apa maksud pria itu sebenarnya. Iljimae masih lemah, tapi Sung-kae takut pada kemarahannya dan mengatakan kalau Iljimae salah sangka. Dengan panik, Sung-kae megeluarkan senjatanya, yang Iljimae tangkis dengan mudah. Sung-kae kehilangan keseimbangan dan malah terjatuh. Sung-kae mendarat di atas senjatanya sendiri dan berteriak kalau Iljimae salah sangka, dan Sung-kae mati akibat tusukan senjatanya sendiri (ironis banget!).
Iljimae meneruskan perjalanan, tapi dia begitu lemah hingga tidak sanggup lagi meneruskan perjalanan. Dia pingsan di hutan, kelelahan. Ketika dia terbangun, dia berada dalam perawatan Baek-mae, yang menemukan Iljimae di lading ginseng dan membawanya pulang. Saat Baek-mae mengoleskan obat ke wajah Iljimae, Baek-mae bertanya bagaimana Iljimae mendapatkan luka2nya itu. Karena Baek-mae mengenal Iljimae sebagai pria cabul di penginapan beberapa waktu sebelumnya itu, Iljimae mengatakan padanya kalau dia mendapatkan masalah karena mengejar wanita.
Baek-mae memarahi Iljimae dengan mangatakan kalau orang tuanya tahu masalah yang menimpanya, mereka pasti akan sangat khawatir. Baek-mae mengatakan ini dengan rasa prihatin, yang membuat Iljimae tersentuh – meski di Hanyang Baek-mae memandang Iljimae dengan jijik, jadi kenapa Baek-mae mau merawatnya? Baek-mae mengingatkan Iljimae pada perkataannya sendiri kalau dia bukan pria jahat, dan bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang tidak dapat dijelaskan dengan kata2. Ekspresi Iljimae terlihat terluka, seolah-olah Baek-mae telah menilainya salah.
Iljimae menanyakan soal anak Baek-mae dan Baek-mae berhenti sejenak sebelum menjawab, “Aku punya seorang putra.” Dia tidak yakin putranya itu berada dimana, meski dilaporkan dia berada di Hanyang. Iljimae menanyakan beberapa pertanyaan, tapi Baek-mae malah mengalihkan pembicaraan itu ke hal lain. Baek-mae membawakan Iljimae makanan, yang rasanya membuat Iljimae mematung dan mengingat sesuatu. Baek-mae bertanya apakah makanan itu tidak enak tapi Iljimae menjelaskan, “Aku pernah memakan makanan seenak ini sekali saja dulu. Aku memikirkan itu. Aku ingin makan seperti ini setiap hari.”
Baek-mae senang dengan pujian itu, meski begitu dia menjawab, “Makanan ini tidak mungkin seenak makanan yang disiapkan ibumu di rumah.” Berikutnya, Baek-mae mengemasi pakaian Iljimae, tapi sayangnya Baek-mae melewatkan surat yang dia tulis untuknya ketika masih anak2. Sementara itu, di tengah hutan Yang-po dan Wang Hweng-bo berbaring akibat luka mereka yang parah. Yang-po mendekati nyala api dan membakar lukanya dengan bara api!
Biksu Bok-do sedang berjalan ketika kedua orang itu mulai pulih dan membuat penawaran agar dia ikut ke Cina bersama mereka. Yang-po menjawab kalau mereka sedang tidak dalam kondisi yang baik untuk melakukan perjalanan, tapi biksu itu mengatakan kalau dia bisa sangat membantu. Biksu itu menyimpan alas an kenapa mau membantu mereka, tapi tentu saja ini ada hubungannya dengan uang sebab kita sudah tahu bagaimana persekongkolannya dengan Kim Ja-jeom.
Gu dengan segera mengetahui ledakan di gunung, tapi informasi itu telah ditutupi oleh petugas yang lebih tinggi. Gu menebak kalau itu merupakan aktivitas rahasia Raja yang dilaksanakan oleh Tuan Choi. Ledakan itu juga berarti bahwa rencana Choi gagal, dan apapun rencana itu, pasti sangat penting bagi kemakmuran negeri ini. Kesenanangan Kim Ja-jeom akan kekalahan Iljimae berubah menjadi ketakutan saat dia tahu kalau Iljimae menghilang. Park Bi-su melaporkan kalau Iljimae sudah kalah sebelum ledakan itu, meski bukan karena luka yang dia dapatkan. Iljimae juga pernah seperti itu sebelumnya saat ingin menyelamatkan Wol-hee. Mereka membicarakan penjelasan hal tersebut dan bertanya-tanya apakah hal itu berhubungan dengan suara drum.
Kim memanggil lagi dukun wanitanya untuk mendapatkan info mengenai kondisi Iljimae. Wanita itu mendengar suara drum dan bayangan Dal-yi lewat, mengikat reaksi Iljimae ke suara drum dengan traumanya terhadap kehilangan pacarnya. Karena Kim merupakan orang yang sangat jahat, maka dia mencoba mencari tahu bagaimana dia bisa menggunakan ini untuk keuntungannya, dan menyadari kalau dia menangkap Wol-hee, Iljimae pasti akan datang. Kim meminta info bagaimana menemukan pacar Iljimae, tapi dukun wanita itu terlihat enggan, mengisyaratkan kalau dia ingin sesuatu dari Kim Ja-jeom. Kim tertawa setelah mendengar satu permintaan ketika dukun wanita itu mengakui kalau dia perlu seorang pria. Benar saja, Kim memanjakan dukun itu dengan memberikan salah satu anak buahnya!
Wol-hee dan Keol-chi mengendap-endap kembali ke persembunyian yang hancur itu untuk menunggu kepulangan Iljimae. Keol-chi tidak nyaman tinggal disana dan ingin pergi demi kemanan mereka, tapi Wol-hee telah berjanji pada Iljimae kalau tidak peduli pada apapun, dia akan menunggu Iljimae disana. Tidak sanggup melihat Wol-hee begitu sedih, Keol-chi menasehati Wol-hee untuk mencari pria lain dan menikah. Iljimae bagaikan putranya sendiri dan Wol-hee adalah putrinya, tapi lebih baik bagi Wol-hee untuk melanjutkan hidupnya saja.
Wol-hee menjawab kalau dia tidak akan menikah: “Jika bukan dengan Iljimae, aku tidak akan menikah. Meski aku berubah menjadi batu karena menunggu, aku akan menunggunya disini. Sebab dia bilang dia akan kembali. Iljimae pasti akan segera kembali.” Baek-mae menyarankan agar Iljimae tinggal di rumahnya untuk beberapa hari lagi sampai dia benar2 sembuh, tapi Iljimae harus segera pergi, sebab ada seseorang yang menunggunya disana. Baek-mae dan Iljimae sudah membentuk semacam tali pertemanan, dan tepat saat Iljimae akan pergi, dia bertanya, “Apa kau pernah mendengar tentang Iljimae?” Iljimae memberikan bunga plum emas pada Baek-mae dan berkata, “Aku ingin memberikan ini padamu. Tolong ambilah… ini merupakan salah satu bunga yang ditnggalkan Iljimae.”
Baek-mae kaget dan bertanya bagaimana Iljimae mendapatkan benda itu tapi dia kemudian kecewa ketika Iljimae mengarang cerita kalau dia mengambilnya di sebuah rumah Gisaeng. Baek-mae jelas membela Iljimae, “Iljimae mungkin saja disebut pencuri, tapi dia menolong orang miskin. Bagaimana mungkin ceritamu benar? Ambil saja benda itu kembali.” Jadi Iljimae harus mengubah ceritanya, “Sebenarnya aku mendapatkannya dengan tidak sengaja, tapi jika aku hanya memberikannya begitu saja padamu, kau mungkin mengira aku Iljimae. Aku tidak bermaksud apap2, jadi tolong terimalah.” Ini membuat Baek-mae marah dan berkata, “Bagaimana mungkin aku mengira playboy seperti dirimu merupakan Iljimae?”
Iljimae membuat Baek-mae tersenyum dengan mengatakan, “Aku belum pernah bertemu langsung dengannya, tapi Iljimae tentu saja tampan sepertiku.” Setelah Iljimae pergi, Baek-mae memandangi bunga plum emas itu dan di saat yang bersamaan sang narrator mengatakan, “Baek-mae tidak tahu apakah benda itu palsu atau tidak, tapi menyentuh benda itu seperti menyentuh tangan putranya sendiri.” Baek-mae lalu mengeluarkan surat Gu Ja-myung lagi, sambil memikirkan hari ketika mereka semua akan hidup bersama.
Wol-hee masih menolak pergi dan memilih untuk tetap menunggu Iljimae. Dia mengatakan pada dirinya sendiri kalau Iljimae akan muncul jika dia menghitung sampai sepuluh. Jika tidak, maka dia akan menghitung sampai sejuta… semilyar… atau selamanya. Jadi ketika anak buah Kim Ja-jeom muncul, Wol-hee dengan mudah dapat ditangkap. Mereka meninggalkan pesan pada Keol-chi: jika Iljimae muncul, dia harus menemui Kim Ja-jeom. Jika tidak datang, maka mereka akan membunuh Wol-hee.
Ketika Iljimae tiba di tempat persembunyian itu, dia mendengar berita penculikan itu dari Keol-chi, lalu segera menuju rumah Kim Ja-jeom. Pencarian sekilas yang dilakukan Iljimae di rumah itu menunjukkan kalau Wol-hee tidak ada disana. Satu2nya info yang bisa mengarahkan Iljimae ke tempat Wol-hee disembunyikan yaitu para penculik yang memakai topi bambu dengan bagian mata saja yang terlihat (untuk menyembunyikan wajah mereka). Bae Sun-dal mengenali ciri2 itu sebagai sebuah kelompok pendekar tertentu, tapi mereka begitu tertutup hingga sedikit info yang ada tentang mereka.
Pada saat inilah Cha-dol muncul, menawarkan bantuan untuk mencari tahu dimana markas orang2 itu – dia punya koneksi dengan anak2 lokal disana. Cha-dol membayar sekelompok anak2 desa dan meminta mereka untuk mencari orang2 dengan topi bambu. Dia menawarkan lebih banyak hadiah bagi siapa saja yang bisa mengikuti mereka dan menemukan tempat persembunyian mereka.
Anak2 itu menyebar untuk memulai pencarian. Seorang gadis, Soon-yi, juga menjadi bagian dari kelompok itu meski anak laki2 yang lain meremehkannya karena dia seorang gadis. Iljimae menemui Kim dan memerintahkannya mengatakan dimana Wol-hee berada. Kim Ja-jeom mencoba menguasai pertemuan itu dan memerintahkan Iljimae menurunkan senjatanya lalu berlutut dihadapannya. Iljimae tidak akan melakukan itu – dia mengaku kalau dia lemah dan Kim menang waktu itu, tapi Kim tidak akan menunjukkan dimana Wol-hee disembunyikan.
Kim berkata, “Apakah aku harus mengatakan apa yang paling aku inginkan? Bawa semua benda yang pernah kau curi dariku.” Kim Ja-jeom menginginkan semua emas yang pernah dicuri, dan dia ingin benda itu dikembalikan besok sore. Ini tugas yang tidak mudah tapi Iljimae setuju. Anak2 desa tidak beruntung menemukan orang2 yang memakai topi jenis yang disebutkan Cha-dol. Tapi, si gadis cilik Soo-yi muncul dan mengatakan kalau dia telah berhasil. Dia memang pintar dan bertanya pada penjual topi siapa yang membeli topi seperti itu. Info ini membawa Cha-dol ke tempat yang dijaga ketat, ke sebuah bangunan yang berbeda dari yang lainnya. Menggunakan kecerdasannya, Cha-dol melihat seorang anak pengantar makanan muncul dari bangunan itu, lalu mendekati penjaga dan berpura-pura sebagai saudara anak itu.
Cha-dol mengatakan kalau saudaranya tidak membawa daftar pembayaran yang benar dan ayah mereka marah. Kalau dia tidak kembali ke dalam dan mengambil pembayaran yang benar, dia akan dipukuli. Cha-dol menawarkan minuman untuk membuat hati para panjaga itu melunak dan mereka pun membiarkan Cha-dol masuk. Dia mendapati dirinya di sebuah lokasi perjudian rahasia. Dia menyelinap ke sebuah ruang bawah tanah, bersembunyi saat dia melihat beberapa pria bertopi berbincang.
Dia ditangkap oleh pria bertopi yang kebetulan membawa pedang, tapi Cha-dol membuat alasan kalau dia sedang mencari toilet dan akhirnya bisa keluar dengan selamat. Iljimae menemui Cha-dol sebab dia sudah diberitahu oleh Soon-yi. Gadis itu mengikuti Cha-dol ke tempat judi itu dan Cha-dol jadi bertanya-tanya apakah itu memiliki makna tersembunyi: “Apa dia menyukaiku?” Cha-dol melaporkan penemuannya kepada Iljimae: dia tidak melihat Wol-hee tapi dia melihat ruang bawah tanah yang dijaga ketat. Iljimae mengiyakan dan menyelinap ke dalam tempat judi itu. Iljimae lalu menelusuri bagian atas ruang bawah tanah yang dimaksud Cha-dol. Mengintip ke bagian bawah, Iljimae melihat Wol-hee disumbat mulutnya dan diikat serta dijaga oleh anak buah Park Bi-su.
Iljimae tidak bisa merencanakan misi penyelamatan sekarang jadi dia hanya menandai tempat itu dan kembali ke rumah malam itu, dimana dia menggumamkan situasinya yang sulit. Tidak akan mudah membebaskan Wol-hee kali ini, plus dia tahu pihak oposisi sangat kuat – Park Bi-su adalah orang yang sangat sulit dikalahkan. Bae Sun-dal telah mendengar teknik pedang Park Bi-su dan menyebutnya tidak terkalahkan. Iljimae begadang semalaman itu mengkhawatirkan langkah yang akan dia ambil. Dia memandangi Keol-chi yang sedang tertidur sambil berkata, “Kau membesarkanku. Jangan terlalu sedih mendengar kematianku. Jika bukan karenamu, aku pasti sudah mati begitu aku dilahirkan. Ini mungkin yang terakhir dariku.”
Pada pagi harinya, Gu Ja-myung menerima surat dari Baek-mae, yang isinya sangat mengejutkan hingga Gu berlari untuk menemukan pengantar surat itu. Dia lalu beraksi, sebab itu merupakan berita yang sangat penting. Sedangkan, Kim Ja-jeom menunggu waktu dimana dia akan menerima semua emas yang dicuri Iljimae darinya. Tidak heran, Iljimae tidak muncul, jadi dia memerintahkan anak buahnya menyiapkan drum. Tapi tiba2 Iljimae muncul. Anak buah Kim melihat Iljimae di atap rumah dan Park Bi-su berlari keluar menghadapi Iljimae. Iljimae memancing Park Bi-su keluar, dengan cara berlari di jalanan seperti kucing dan tikus yang saling kejar, dengan gerakan yang cepat.
Setelah melakukan pengejaran beberapa saat, Parl Bi-su kehilangan jejak… dan kita tahu ini hanyalah Iljimae bohongan. Cha-dol tidak bertindak sendirian – dia berperan sebagai pengacau untuk memberikan Iljimae yang asli kesempatan masuk ke ruangan yang dijaga ketat. Iljimae menyiapkan bom asap, menggunakan bom itu sebagai pelindung selagi dia kabur dan membebaskan Wol-hee. Dia juga menghalangi pengejarnya dengan menebar paku di lantai yang menusuk kaki mereka.
Iljimae menyuruh Wol-hee lari menyelamatkan diri dengan mengatakan kalau dia akan menyusul. Akan tetapi, tidak lama setelah Wol-hee keluar, dia dihadang oleh pria berpedang. Iljimae tetap tinggal dan berhadapan dengan Park Bi-su, yang dibantu oleh timnya. Jadi Wol-hee terpojok dan Iljimae kalah jumlah.

0 comments:

Post a Comment

 

Drama Korean Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei